Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI) vs Kedaung Indah Can Tbk (KICI)

Sumi Indo Kabel Tbk.Trading
Kedaung Indah Can TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Sumi Indo Kabel Tbk. dan Kedaung Indah Can Tbk: Sumi Indo Kabel Tbk. diperdagangkan di Rp555 (kapitalisasi pasar 691,56 M, volume 24 jam 1,4 jt), sedangkan Kedaung Indah Can Tbk diperdagangkan di Rp280 (kapitalisasi pasar 76,18 M, volume 24 jam 5,57 jt). Perbedaan utamanya: Sumi Indo Kabel Tbk. jauh lebih besar — sekitar 9,1× kapitalisasi pasar Kedaung Indah Can Tbk, dan Kedaung Indah Can Tbk lebih aktif diperdagangkan (5,57 jt vs 1,4 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

IKBIKICI
Kapitalisasi Pasar
691,56 M76,18 M
Volume
1,4 jt5,57 jt
Lot
14,02 rb55,72 rb
Perputaran
779,16 jt1,56 M
Harga Rata-rata
555,91280,55
Nilai Transaksi
779,16 jt1,56 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
555280
Volume Ekuilibrium Indikatif
496,24 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

IKBI
Lihat detail
KICI
Lihat detail

Tentang Sumi Indo Kabel Tbk.

The Company was established on July 23, 1981 with its Head Office and Factory located in Tangerang, West Java. The Company was listed in JSX and SSX in 1990. On 1994 the Company changed status of the Company to become Foreign Capital Investment (PMA), right after participation of Sumitomo Electric Industries, Ltd., Japan which is one of the biggest in the world in cable industry and PT Perdanamulia Ekasakti.

Selengkapnya di halaman IKBI

Tentang Kedaung Indah Can Tbk

PT Kedaung Indah Can Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law No. 6 year 1968 as amended by Law No. 12 year 1970, based on Notarial Deed No. 37, dated January 11, 1974 of Julian Nimrod Siregar Gelar Mangaradja Namora, S.H., notary in Jakarta. The Company produces Cans and Enamel kitchenware. The company`s products have been exported since 1988, mostly to US, Saudi Arabia, and Japan, an also to Europe and South America.

Selengkapnya di halaman KICI