Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Sumi Indo Kabel Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Sumi Indo Kabel Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Sumi Indo Kabel Tbk. diperdagangkan di Rp565 (kapitalisasi pasar 679,32 M, volume 24 jam 83,5 rb), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp115 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 382 rb). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar Sumi Indo Kabel Tbk., dan Jaya Agra Wattie Tbk lebih aktif diperdagangkan (382 rb vs 83,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

IKBIJAWA
Kapitalisasi Pasar
679,32 M1,87 T
Volume
83,5 rb382 rb
Lot
8353,82 rb
Perputaran
47,29 jt43,65 jt
Harga Rata-rata
566,29114,26
Nilai Transaksi
47,29 jt43,65 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
560115
Volume Ekuilibrium Indikatif
194

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

IKBI
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Sumi Indo Kabel Tbk.

The Company was established on July 23, 1981 with its Head Office and Factory located in Tangerang, West Java. The Company was listed in JSX and SSX in 1990. On 1994 the Company changed status of the Company to become Foreign Capital Investment (PMA), right after participation of Sumitomo Electric Industries, Ltd., Japan which is one of the biggest in the world in cable industry and PT Perdanamulia Ekasakti.

Selengkapnya di halaman IKBI

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA