Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Sumi Indo Kabel Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Sumi Indo Kabel Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Sumi Indo Kabel Tbk. diperdagangkan di Rp560 (kapitalisasi pasar 673,2 M, volume 24 jam 105,8 rb), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp131 (kapitalisasi pasar 2,13 T, volume 24 jam 32,9 rb). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Sumi Indo Kabel Tbk., dan Sumi Indo Kabel Tbk. lebih aktif diperdagangkan (105,8 rb vs 32,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

IKBIJAWA
Kapitalisasi Pasar
673,2 M2,13 T
Volume
105,8 rb32,9 rb
Lot
1,06 rb329
Perputaran
58,98 jt4,26 jt
Harga Rata-rata
557,48129,4
Nilai Transaksi
58,98 jt4,26 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
540131
Volume Ekuilibrium Indikatif
11010

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

IKBI
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Sumi Indo Kabel Tbk.

The Company was established on July 23, 1981 with its Head Office and Factory located in Tangerang, West Java. The Company was listed in JSX and SSX in 1990. On 1994 the Company changed status of the Company to become Foreign Capital Investment (PMA), right after participation of Sumitomo Electric Industries, Ltd., Japan which is one of the biggest in the world in cable industry and PT Perdanamulia Ekasakti.

Selengkapnya di halaman IKBI

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA