Perbedaan IKA dan eCash: IKA diperdagangkan di Rp47,4 (kapitalisasi pasar Rp142,53M, volume 24 jam Rp13,63M), sedangkan eCash diperdagangkan di Rp0,1215 (kapitalisasi pasar Rp2,41T, volume 24 jam Rp1,29T). Perbedaan utamanya: eCash jauh lebih besar — sekitar 16,9× kapitalisasi pasar IKA, dan suplai eCash dibatasi (20,1T / 21T XEC (96%)), sedangkan IKA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan IKA selama 2 Hari dan eCash selama 116 Hari.
| IKA | XEC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp142,53M | Rp2,41T |
Volume (24h) | Rp13,63M | Rp1,29T |
Suplai yang Beredar | 3B IKA | 20,1T / 21T XEC (96%) |
Typical Hold Time | 2 Hari | 116 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Ika adalah jaringan terdesentralisasi yang menghadirkan interoperabilitas lintas-chain secara aman melalui cryptography canggih. Platform ini memungkinkan smart contract mengelola aset di berbagai blockchain tanpa menggunakan bridge atau wrapped token. Dengan teknologi 2PC-MPC, Ika menyediakan kontrol aset berbasis zero-trust di jaringan seperti Bitcoin dan Ethereum. Primitive dWallet menghadirkan mekanisme tanda tangan terprogram yang menjamin persetujuan pengguna, serta dibangun di atas Sui untuk transaksi cepat dan skalabilitas tinggi.
Selengkapnya di halaman IKA →ECash (XEC) adalah versi baru dari Bitcoin Cash ABC (BCHA), yang merupakan cabang dari Bitcoin (BTC) dan Bitcoin Cash (BCH). XEC menyebut dirinya sebagai "cryptocurrency yang dirancang untuk digunakan sebagai uang elektronik." ECash secara spesifik bertujuan untuk menjadi sarana transaksi yang digunakan untuk membayar barang dan jasa.
Selengkapnya di halaman XEC →