Perbedaan IKA dan Theta Network: IKA diperdagangkan di Rp46,9 (kapitalisasi pasar Rp139,74M, volume 24 jam Rp4,9M), sedangkan Theta Network diperdagangkan di Rp2.386 (kapitalisasi pasar Rp2,38T, volume 24 jam Rp52,89M). Perbedaan utamanya: Theta Network jauh lebih besar — sekitar 17× kapitalisasi pasar IKA, dan suplai Theta Network dibatasi (1B / 1B THETA (100%)), sedangkan IKA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan IKA selama 3 Hari dan Theta Network selama 76 Hari.
| IKA | THETA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp139,74M | Rp2,38T |
Volume (24h) | Rp4,9M | Rp52,89M |
Suplai yang Beredar | 3B IKA | 1B / 1B THETA (100%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 76 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Ika adalah jaringan terdesentralisasi yang menghadirkan interoperabilitas lintas-chain secara aman melalui cryptography canggih. Platform ini memungkinkan smart contract mengelola aset di berbagai blockchain tanpa menggunakan bridge atau wrapped token. Dengan teknologi 2PC-MPC, Ika menyediakan kontrol aset berbasis zero-trust di jaringan seperti Bitcoin dan Ethereum. Primitive dWallet menghadirkan mekanisme tanda tangan terprogram yang menjamin persetujuan pengguna, serta dibangun di atas Sui untuk transaksi cepat dan skalabilitas tinggi.
Selengkapnya di halaman IKA →THETA adalah jaringan bertenaga blockchain yang dibuat khusus untuk streaming video. Konsep bisnis utama Theta adalah mendesentralisasikan streaming video, pengiriman data, dan edge computing, menjadikannya lebih efisien, hemat biaya, dan adil bagi pelaku industri.
Selengkapnya di halaman THETA →