Perbedaan IKA dan Neon EVM: IKA diperdagangkan di Rp46,83 (kapitalisasi pasar Rp139,74M, volume 24 jam Rp4,9M), sedangkan Neon EVM diperdagangkan di Rp248,26 (kapitalisasi pasar Rp59,63M, volume 24 jam Rp2,26M). Perbedaan utamanya: IKA jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai Neon EVM dibatasi (239,5M / 1B NEON (24%)), sedangkan IKA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan IKA selama 3 Hari dan Neon EVM selama 19 Hari.
| IKA | NEON | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp139,74M | Rp59,63M |
Volume (24h) | Rp4,9M | Rp2,26M |
Suplai yang Beredar | 3B IKA | 239,5M / 1B NEON (24%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Ika adalah jaringan terdesentralisasi yang menghadirkan interoperabilitas lintas-chain secara aman melalui cryptography canggih. Platform ini memungkinkan smart contract mengelola aset di berbagai blockchain tanpa menggunakan bridge atau wrapped token. Dengan teknologi 2PC-MPC, Ika menyediakan kontrol aset berbasis zero-trust di jaringan seperti Bitcoin dan Ethereum. Primitive dWallet menghadirkan mekanisme tanda tangan terprogram yang menjamin persetujuan pengguna, serta dibangun di atas Sui untuk transaksi cepat dan skalabilitas tinggi.
Selengkapnya di halaman IKA →Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →