Perbedaan IKA dan Terra: IKA diperdagangkan di Rp46,58 (kapitalisasi pasar Rp139,1M, volume 24 jam Rp4,88M), sedangkan Terra diperdagangkan di Rp761,47 (kapitalisasi pasar Rp539,02M, volume 24 jam Rp69,13M). Perbedaan utamanya: Terra jauh lebih besar — sekitar 3,9× kapitalisasi pasar IKA, dan suplai beredar IKA 3B IKA dibanding 710M LUNA milik Terra. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan IKA selama 3 Hari dan Terra selama 82 Hari.
| IKA | LUNA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp139,1M | Rp539,02M |
Volume (24h) | Rp4,88M | Rp69,13M |
Suplai yang Beredar | 3B IKA | 710M LUNA |
Typical Hold Time | 3 Hari | 82 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Ika adalah jaringan terdesentralisasi yang menghadirkan interoperabilitas lintas-chain secara aman melalui cryptography canggih. Platform ini memungkinkan smart contract mengelola aset di berbagai blockchain tanpa menggunakan bridge atau wrapped token. Dengan teknologi 2PC-MPC, Ika menyediakan kontrol aset berbasis zero-trust di jaringan seperti Bitcoin dan Ethereum. Primitive dWallet menghadirkan mekanisme tanda tangan terprogram yang menjamin persetujuan pengguna, serta dibangun di atas Sui untuk transaksi cepat dan skalabilitas tinggi.
Selengkapnya di halaman IKA →Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →