Perbedaan Impossible Cloud Network dan LayerZero: Impossible Cloud Network diperdagangkan di Rp2.393 (kapitalisasi pasar Rp606,59M, volume 24 jam Rp13,56M), sedangkan LayerZero diperdagangkan di Rp14.209 (kapitalisasi pasar Rp5,16T, volume 24 jam Rp311,08M). Perbedaan utamanya: LayerZero jauh lebih besar — sekitar 8,5× kapitalisasi pasar Impossible Cloud Network, dan suplai beredar Impossible Cloud Network 253M / 700M ICNT (37%) dibanding 364M / 1B ZRO (37%) milik LayerZero. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Impossible Cloud Network selama 4 Hari dan LayerZero selama 13 Hari.
| ICNT | ZRO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp606,59M | Rp5,16T |
Volume (24h) | Rp13,56M | Rp311,08M |
Suplai yang Beredar | 253M / 700M ICNT (37%) | 364M / 1B ZRO (37%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Impossible Cloud Network (ICN) adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang mendukung layanan cloud kelas enterprise. ICN menyediakan akses tanpa izin ke sumber daya storage, komputasi, dan jaringan yang terdistribusi.
Selengkapnya di halaman ICNT →LayerZero adalah protokol interoperabilitas blockchain yang menghubungkan berbagai blockchain untuk mendukung pengembangan aplikasi dan token omnichain. LayerZero menggunakan endpoint on-chain yang tidak dapat diubah dan Security Stack, memastikan pesan yang aman dan bebas sensor di berbagai jaringan blockchain.
Selengkapnya di halaman ZRO →