Perbedaan Impossible Cloud Network dan iExec RLC: Impossible Cloud Network diperdagangkan di Rp2.398 (kapitalisasi pasar Rp609,48M, volume 24 jam Rp13,52M), sedangkan iExec RLC diperdagangkan di Rp4.741 (kapitalisasi pasar Rp412,07M, volume 24 jam Rp26,62M). Perbedaan utamanya: Impossible Cloud Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Impossible Cloud Network 253M / 700M ICNT (37%) dibanding 87M / 87M RLC (100%) milik iExec RLC. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Impossible Cloud Network selama 4 Hari dan iExec RLC selama 35 Hari.
| ICNT | RLC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp609,48M | Rp412,07M |
Volume (24h) | Rp13,52M | Rp26,62M |
Suplai yang Beredar | 253M / 700M ICNT (37%) | 87M / 87M RLC (100%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Impossible Cloud Network (ICN) adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang mendukung layanan cloud kelas enterprise. ICN menyediakan akses tanpa izin ke sumber daya storage, komputasi, dan jaringan yang terdistribusi.
Selengkapnya di halaman ICNT →iExec (RLC) adalah penyedia utama komputasi terdesentralisasi berbasis blockchain yang terkemuka. Blockchain digunakan untuk mengatur jaringan pasar di mana orang dapat memonetisasi daya komputasi mereka serta aplikasi dan bahkan kumpulan data. iExec dapat mendukung aplikasi di bidang-bidang seperti data besar, kesehatan, AI, rendering, dan tekfin. iExec didirikan pada 16 Oktober 2016, dengan tujuan untuk menciptakan kembali komputasi cloud melalui pembuatan paradigma komputasi cloud baru.
Selengkapnya di halaman RLC →