Perbedaan Impossible Cloud Network dan Port3 Network: Impossible Cloud Network diperdagangkan di Rp2.396 (kapitalisasi pasar Rp609,48M, volume 24 jam Rp13,52M), sedangkan Port3 Network diperdagangkan di Rp23,63 (kapitalisasi pasar Rp15,67M, volume 24 jam Rp28,22M). Perbedaan utamanya: Impossible Cloud Network jauh lebih besar — sekitar 38,9× kapitalisasi pasar Port3 Network, dan suplai beredar Impossible Cloud Network 253M / 700M ICNT (37%) dibanding 692,9M / 1B PORT3 (70%) milik Port3 Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Impossible Cloud Network selama 4 Hari dan Port3 Network selama 10 Hari.
| ICNT | PORT3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp609,48M | Rp15,67M |
Volume (24h) | Rp13,52M | Rp28,22M |
Suplai yang Beredar | 253M / 700M ICNT (37%) | 692,9M / 1B PORT3 (70%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Impossible Cloud Network (ICN) adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang mendukung layanan cloud kelas enterprise. ICN menyediakan akses tanpa izin ke sumber daya storage, komputasi, dan jaringan yang terdistribusi.
Selengkapnya di halaman ICNT →Port3 Network adalah platform Web3 serbaguna yang berfokus pada input dan output data sosial. Platform ini menggabungkan berbagai komponen dan inisiatif untuk mentransformasi jaringan data terdesentralisasi. Inti dari Port3 Network adalah penggunaan AI untuk mengindeks dan menstandarkan data, membangun AI Data Layer yang kuat sebagai fondasi aplikasi Web3. Jaringan data AI terdesentralisasi ini mengumpulkan dan menstandarkan informasi untuk layanan AI dan strategi cerdas, menjadikannya bagian penting bagi proyek-proyek berbasis blockchain.
Selengkapnya di halaman PORT3 →