Perbedaan Impossible Cloud Network dan Polygon: Impossible Cloud Network diperdagangkan di Rp2.833 (kapitalisasi pasar Rp713,91M, volume 24 jam Rp49,95M), sedangkan Polygon diperdagangkan di Rp1.518 (kapitalisasi pasar Rp16,12T, volume 24 jam Rp839,87M). Perbedaan utamanya: Polygon jauh lebih besar — sekitar 22,6× kapitalisasi pasar Impossible Cloud Network, dan suplai Impossible Cloud Network dibatasi (253M / 700M ICNT (37%)), sedangkan Polygon terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Impossible Cloud Network selama 3 Hari dan Polygon selama 68 Hari.
| ICNT | POL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp713,91M | Rp16,12T |
Volume (24h) | Rp49,95M | Rp839,87M |
Suplai yang Beredar | 253M / 700M ICNT (37%) | 10,7B POL |
Typical Hold Time | 3 Hari | 68 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Impossible Cloud Network (ICN) adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang mendukung layanan cloud kelas enterprise. ICN menyediakan akses tanpa izin ke sumber daya storage, komputasi, dan jaringan yang terdistribusi.
Selengkapnya di halaman ICNT →Polygon Ecosystem Token berfungsi sebagai token utilitas dalam jaringan Polygon. Aset digital ini berperan penting dalam memfasilitasi berbagai operasi dan layanan di ekosistem Polygon. Fungsi utamanya termasuk staking, di mana pemegang token dapat mengunci token mereka sebagai bentuk keamanan dan berpartisipasi dalam mekanisme konsensus jaringan. Hal ini tidak hanya membantu mengamankan jaringan, tetapi juga memberikan imbalan kepada para pemegang token berupa tambahan token berdasarkan jumlah yang digunakan untuk staking.
Selengkapnya di halaman POL →