Perbedaan Impossible Cloud Network dan Open Gradient: Impossible Cloud Network diperdagangkan di Rp2.414 (kapitalisasi pasar Rp609,48M, volume 24 jam Rp13,52M), sedangkan Open Gradient diperdagangkan di Rp1.636 (kapitalisasi pasar Rp349,28M, volume 24 jam Rp176,58M). Perbedaan utamanya: Impossible Cloud Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Impossible Cloud Network 253M / 700M ICNT (37%) dibanding 213,8M / 1B OPG (22%) milik Open Gradient. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Impossible Cloud Network selama 4 Hari dan Open Gradient selama 5 Hari.
| ICNT | OPG | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp609,48M | Rp349,28M |
Volume (24h) | Rp13,52M | Rp176,58M |
Suplai yang Beredar | 253M / 700M ICNT (37%) | 213,8M / 1B OPG (22%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Impossible Cloud Network (ICN) adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang mendukung layanan cloud kelas enterprise. ICN menyediakan akses tanpa izin ke sumber daya storage, komputasi, dan jaringan yang terdistribusi.
Selengkapnya di halaman ICNT →OPG adalah aset native dari Open Gradient, protokol yang berfokus pada kolaborasi, koordinasi, dan pertukaran nilai di sekitar model AI serta output yang dihasilkan AI. Ekosistem ini menggabungkan infrastruktur blockchain dan kecerdasan buatan untuk mendukung partisipasi terdesentralisasi dalam pengembangan, penerapan, dan pemanfaatan teknologi AI.
Selengkapnya di halaman OPG →