Perbedaan Impossible Cloud Network dan Nexo: Impossible Cloud Network diperdagangkan di Rp2.412 (kapitalisasi pasar Rp609,48M, volume 24 jam Rp13,52M), sedangkan Nexo diperdagangkan di Rp12.966 (kapitalisasi pasar Rp8,39T, volume 24 jam Rp78,72M). Perbedaan utamanya: Nexo jauh lebih besar — sekitar 13,8× kapitalisasi pasar Impossible Cloud Network, dan suplai beredar Impossible Cloud Network 253M / 700M ICNT (37%) dibanding 646,1M / 1B NEXO (65%) milik Nexo. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Impossible Cloud Network selama 4 Hari dan Nexo selama 29 Hari.
| ICNT | NEXO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp609,48M | Rp8,39T |
Volume (24h) | Rp13,52M | Rp78,72M |
Suplai yang Beredar | 253M / 700M ICNT (37%) | 646,1M / 1B NEXO (65%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 29 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Impossible Cloud Network (ICN) adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang mendukung layanan cloud kelas enterprise. ICN menyediakan akses tanpa izin ke sumber daya storage, komputasi, dan jaringan yang terdistribusi.
Selengkapnya di halaman ICNT →Nexo adalah platform pendanaan berbasis blockchain yang menawarkan pinjaman mata uang kripto instan. Pengguna mendepositkan token tertentu seperti Bitcoin atau Ether sebagai kolateral untuk mendapatkan pinjaman dalam bentuk mata uang fiat atau stablecoin. Proses pinjaman otomatis ini menggunakan kontrak pintar dan oracle pada blockchain Ethereum untuk mengelola pinjaman.
Selengkapnya di halaman NEXO →