Perbedaan Impossible Cloud Network dan Neon EVM: Impossible Cloud Network diperdagangkan di Rp2.394 (kapitalisasi pasar Rp607,88M, volume 24 jam Rp13,3M), sedangkan Neon EVM diperdagangkan di Rp248,43 (kapitalisasi pasar Rp59,63M, volume 24 jam Rp2,26M). Perbedaan utamanya: Impossible Cloud Network jauh lebih besar — sekitar 10,2× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai beredar Impossible Cloud Network 253M / 700M ICNT (37%) dibanding 239,5M / 1B NEON (24%) milik Neon EVM. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Impossible Cloud Network selama 4 Hari dan Neon EVM selama 19 Hari.
| ICNT | NEON | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp607,88M | Rp59,63M |
Volume (24h) | Rp13,3M | Rp2,26M |
Suplai yang Beredar | 253M / 700M ICNT (37%) | 239,5M / 1B NEON (24%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Impossible Cloud Network (ICN) adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang mendukung layanan cloud kelas enterprise. ICN menyediakan akses tanpa izin ke sumber daya storage, komputasi, dan jaringan yang terdistribusi.
Selengkapnya di halaman ICNT →Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →