Perbedaan Impossible Cloud Network dan Meteora: Impossible Cloud Network diperdagangkan di Rp2.847 (kapitalisasi pasar Rp715,49M, volume 24 jam Rp47,45M), sedangkan Meteora diperdagangkan di Rp2.910 (kapitalisasi pasar Rp1,54T, volume 24 jam Rp804,84M). Perbedaan utamanya: Meteora jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Impossible Cloud Network, dan suplai beredar Impossible Cloud Network 253M / 700M ICNT (37%) dibanding 531M / 1B MET (54%) milik Meteora. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Impossible Cloud Network selama 3 Hari dan Meteora selama 7 Hari.
| ICNT | MET | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp715,49M | Rp1,54T |
Volume (24h) | Rp47,45M | Rp804,84M |
Suplai yang Beredar | 253M / 700M ICNT (37%) | 531M / 1B MET (54%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Impossible Cloud Network (ICN) adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang mendukung layanan cloud kelas enterprise. ICN menyediakan akses tanpa izin ke sumber daya storage, komputasi, dan jaringan yang terdistribusi.
Selengkapnya di halaman ICNT →Meteora adalah bursa terdesentralisasi di Solana yang menghadirkan infrastruktur likuiditas yang aman, berkelanjutan, dan dapat dikomposisikan untuk ekosistem Solana dan ruang DeFi. Fitur-fiturnya mencakup DLMM Pools, Dynamic AMM Pools, dan Dynamic Vaults yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi likuiditas dan memaksimalkan hasil bagi pengguna.
Selengkapnya di halaman MET →