Perbedaan Impossible Cloud Network dan Jito: Impossible Cloud Network diperdagangkan di Rp2.401 (kapitalisasi pasar Rp607,14M, volume 24 jam Rp13,35M), sedangkan Jito diperdagangkan di Rp9.901 (kapitalisasi pasar Rp5,03T, volume 24 jam Rp483,09M). Perbedaan utamanya: Jito jauh lebih besar — sekitar 8,3× kapitalisasi pasar Impossible Cloud Network, dan suplai Impossible Cloud Network dibatasi (253M / 700M ICNT (37%)), sedangkan Jito terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Impossible Cloud Network selama 4 Hari dan Jito selama 29 Hari.
| ICNT | JTO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp607,14M | Rp5,03T |
Volume (24h) | Rp13,35M | Rp483,09M |
Suplai yang Beredar | 253M / 700M ICNT (37%) | 509,5M JTO |
Typical Hold Time | 4 Hari | 29 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Impossible Cloud Network (ICN) adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang mendukung layanan cloud kelas enterprise. ICN menyediakan akses tanpa izin ke sumber daya storage, komputasi, dan jaringan yang terdistribusi.
Selengkapnya di halaman ICNT →Jito Network adalah kontributor utama di ekosistem Solana melalui liquid staking pool JitoSOL dan koleksi produk MEV. Dengan Jito, pengguna dapat melakukan staking token SOL mereka melalui Jito Stake Pool, lalu menerima token JitoSOL, yang merupakan aset unik yang tidak hanya memiliki likuiditas tetapi juga menggabungkan reward staking dan reward MEV.
Selengkapnya di halaman JTO →