Perbedaan Hyperlane dan Mantle: Hyperlane diperdagangkan di Rp1.134 (kapitalisasi pasar Rp444,95M, volume 24 jam Rp175,77M), sedangkan Mantle diperdagangkan di Rp8.291 (kapitalisasi pasar Rp27,16T, volume 24 jam Rp495,54M). Perbedaan utamanya: Mantle jauh lebih besar — sekitar 61× kapitalisasi pasar Hyperlane, dan suplai beredar Hyperlane 393,2M / 1B HYPER (40%) dibanding 3,3B / 6,2B MNT (54%) milik Mantle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hyperlane selama 31 Hari dan Mantle selama 26 Hari.
| HYPER | MNT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp444,95M | Rp27,16T |
Volume (24h) | Rp175,77M | Rp495,54M |
Suplai yang Beredar | 393,2M / 1B HYPER (40%) | 3,3B / 6,2B MNT (54%) |
Typical Hold Time | 31 Hari | 26 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Hyperlane adalah lapisan interoperabilitas inovatif yang dirancang untuk menghubungkan ekosistem blockchain modular, memungkinkan komunikasi lintas jaringan seperti Layer 1, rollup, dan app-chain secara mulus. Dengan pendekatan deployment tanpa izin (permissionless), Hyperlane memudahkan pengembang dalam menjembatani berbagai chain, sekaligus menawarkan model keamanan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan aplikasi mereka.
Selengkapnya di halaman HYPER →Mantle adalah ekosistem on-chain yang fokus pada pengembangan keuangan dan skalabilitas blockchain, menjembatani keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Dengan produk seperti Mantle Network, mETH Protocol, Function (FBTC), dan Mantle Index Four (MI4), Mantle menawarkan platform terpadu untuk belanja, menabung, dan berinvestasi di era Web3. Token asli MNT digunakan untuk tata kelola, staking, dan inovasi dalam ekosistem.
Selengkapnya di halaman MNT →