Perbedaan Hyperliquid dan Velo: Hyperliquid diperdagangkan di Rp1.026.280 (kapitalisasi pasar Rp258,86T, volume 24 jam Rp5,07T), sedangkan Velo diperdagangkan di Rp57,52 (kapitalisasi pasar Rp1,01T, volume 24 jam Rp20,13M). Perbedaan utamanya: Hyperliquid jauh lebih besar — sekitar 256,3× kapitalisasi pasar Velo, dan suplai beredar Hyperliquid 252,6M / 952,7M HYPE (27%) dibanding 17,6B / 24B VELO (74%) milik Velo. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hyperliquid selama 36 Hari dan Velo selama 28 Hari.
| HYPE | VELO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp258,86T | Rp1,01T |
Volume (24h) | Rp5,07T | Rp20,13M |
Suplai yang Beredar | 252,6M / 952,7M HYPE (27%) | 17,6B / 24B VELO (74%) |
Typical Hold Time | 36 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Hyperliquid adalah platform blockchain yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja aplikasi decentralized finance (DeFi). Di inti teknologinya terdapat blockchain Layer 1 kustom yang dibangun dari awal untuk mengoptimalkan skalabilitas dan kecepatan. Fitur utamanya adalah HyperBFT, mekanisme konsensus eksklusif yang menghadirkan finalitas transaksi secara cepat sekaligus menjaga standar keamanan yang kuat.
Selengkapnya di halaman HYPE →Velo Labs sedang membangun jaringan bursa kredit federasi yang unik. Jaringan ini didukung oleh Velo Protocol, yang merupakan protokol keuangan blockchain yang memungkinkan penerbitan kredit digital dan transfer aset tanpa batas untuk bisnis yang menggunakan sistem kontrak pintar. Misi inti proyek ini adalah memungkinkan para mitra untuk mentransfer nilai secara aman dan terjamin antara satu sama lain secara tepat waktu dan transparan.
Selengkapnya di halaman VELO →