Perbedaan Hyperliquid dan STBL: Hyperliquid diperdagangkan di Rp1.233.621 (kapitalisasi pasar Rp309,03T, volume 24 jam Rp8,03T), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp415,42 (kapitalisasi pasar Rp289,22M, volume 24 jam Rp41,9M). Perbedaan utamanya: Hyperliquid jauh lebih besar — sekitar 1068,5× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai beredar Hyperliquid 253M / 953,3M HYPE (27%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hyperliquid selama 35 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| HYPE | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp309,03T | Rp289,22M |
Volume (24h) | Rp8,03T | Rp41,9M |
Suplai yang Beredar | 253M / 953,3M HYPE (27%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 35 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Hyperliquid adalah platform blockchain yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja aplikasi decentralized finance (DeFi). Di inti teknologinya terdapat blockchain Layer 1 kustom yang dibangun dari awal untuk mengoptimalkan skalabilitas dan kecepatan. Fitur utamanya adalah HyperBFT, mekanisme konsensus eksklusif yang menghadirkan finalitas transaksi secara cepat sekaligus menjaga standar keamanan yang kuat.
Selengkapnya di halaman HYPE →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →