Perbedaan Hyperliquid dan SubQuery Network: Hyperliquid diperdagangkan di Rp1.024.691 (kapitalisasi pasar Rp259,13T, volume 24 jam Rp5,08T), sedangkan SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M). Perbedaan utamanya: Hyperliquid jauh lebih besar — sekitar 7893,1× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai Hyperliquid dibatasi (252,6M / 952,7M HYPE (27%)), sedangkan SubQuery Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hyperliquid selama 36 Hari dan SubQuery Network selama 3 Hari.
| HYPE | SQT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp259,13T | Rp32,83M |
Volume (24h) | Rp5,08T | Rp6,53M |
Suplai yang Beredar | 252,6M / 952,7M HYPE (27%) | 3,3B SQT |
Typical Hold Time | 36 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Hyperliquid adalah platform blockchain yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja aplikasi decentralized finance (DeFi). Di inti teknologinya terdapat blockchain Layer 1 kustom yang dibangun dari awal untuk mengoptimalkan skalabilitas dan kecepatan. Fitur utamanya adalah HyperBFT, mekanisme konsensus eksklusif yang menghadirkan finalitas transaksi secara cepat sekaligus menjaga standar keamanan yang kuat.
Selengkapnya di halaman HYPE →SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →