Perbedaan Hyperliquid dan Subsquid: Hyperliquid diperdagangkan di Rp1.231.930 (kapitalisasi pasar Rp309,03T, volume 24 jam Rp8,03T), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp548,89 (kapitalisasi pasar Rp549,64M, volume 24 jam Rp69,67M). Perbedaan utamanya: Hyperliquid jauh lebih besar — sekitar 562,2× kapitalisasi pasar Subsquid, dan suplai beredar Hyperliquid 253M / 953,3M HYPE (27%) dibanding 1B / 1,3B SQD (76%) milik Subsquid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hyperliquid selama 35 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| HYPE | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp309,03T | Rp549,64M |
Volume (24h) | Rp8,03T | Rp69,67M |
Suplai yang Beredar | 253M / 953,3M HYPE (27%) | 1B / 1,3B SQD (76%) |
Typical Hold Time | 35 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Hyperliquid adalah platform blockchain yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja aplikasi decentralized finance (DeFi). Di inti teknologinya terdapat blockchain Layer 1 kustom yang dibangun dari awal untuk mengoptimalkan skalabilitas dan kecepatan. Fitur utamanya adalah HyperBFT, mekanisme konsensus eksklusif yang menghadirkan finalitas transaksi secara cepat sekaligus menjaga standar keamanan yang kuat.
Selengkapnya di halaman HYPE →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →