Perbedaan Hyperliquid dan MyShell: Hyperliquid diperdagangkan di Rp1.012.617 (kapitalisasi pasar Rp256,35T, volume 24 jam Rp4,61T), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp350,1 (kapitalisasi pasar Rp142,88M, volume 24 jam Rp80,2M). Perbedaan utamanya: Hyperliquid jauh lebih besar — sekitar 1794,2× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai beredar Hyperliquid 252,6M / 952,7M HYPE (27%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hyperliquid selama 36 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| HYPE | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,35T | Rp142,88M |
Volume (24h) | Rp4,61T | Rp80,2M |
Suplai yang Beredar | 252,6M / 952,7M HYPE (27%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 36 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Hyperliquid adalah platform blockchain yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja aplikasi decentralized finance (DeFi). Di inti teknologinya terdapat blockchain Layer 1 kustom yang dibangun dari awal untuk mengoptimalkan skalabilitas dan kecepatan. Fitur utamanya adalah HyperBFT, mekanisme konsensus eksklusif yang menghadirkan finalitas transaksi secara cepat sekaligus menjaga standar keamanan yang kuat.
Selengkapnya di halaman HYPE →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →