Perbedaan Hyperliquid dan Reserve Rights: Hyperliquid diperdagangkan di Rp1.026.969 (kapitalisasi pasar Rp258,86T, volume 24 jam Rp5,07T), sedangkan Reserve Rights diperdagangkan di Rp21,07 (kapitalisasi pasar Rp1,3T, volume 24 jam Rp54,99M). Perbedaan utamanya: Hyperliquid jauh lebih besar — sekitar 199,1× kapitalisasi pasar Reserve Rights, dan suplai beredar Hyperliquid 252,6M / 952,7M HYPE (27%) dibanding 62,6B / 100B RSR (63%) milik Reserve Rights. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hyperliquid selama 36 Hari dan Reserve Rights selama 44 Hari.
| HYPE | RSR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp258,86T | Rp1,3T |
Volume (24h) | Rp5,07T | Rp54,99M |
Suplai yang Beredar | 252,6M / 952,7M HYPE (27%) | 62,6B / 100B RSR (63%) |
Typical Hold Time | 36 Hari | 44 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Hyperliquid adalah platform blockchain yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja aplikasi decentralized finance (DeFi). Di inti teknologinya terdapat blockchain Layer 1 kustom yang dibangun dari awal untuk mengoptimalkan skalabilitas dan kecepatan. Fitur utamanya adalah HyperBFT, mekanisme konsensus eksklusif yang menghadirkan finalitas transaksi secara cepat sekaligus menjaga standar keamanan yang kuat.
Selengkapnya di halaman HYPE →Reserve Rights merupakan token ERC-20 yang bisa digunakan sebagai token tata kelola untuk Reserve stablecoins (RTokens), di mana perubahan RTokens dapat diusulkan dan di-vote dengan RSR. Tidak seperti umumnya stablecoin yang nilainya didukung cadangan dolar AS dalam rekening bank di bawah kendali penerbit stablecoin atau kustodian tepercaya, stablecoin Reserve didukung oleh beberapa mata uang kripto yang dikelola oleh kontrak pintar.
Selengkapnya di halaman RSR →