Perbedaan Hyperliquid dan Phoenix: Hyperliquid diperdagangkan di Rp1.226.576 (kapitalisasi pasar Rp309,03T, volume 24 jam Rp8,03T), sedangkan Phoenix diperdagangkan di Rp284,36 (kapitalisasi pasar Rp83,04M, volume 24 jam Rp232,44M). Perbedaan utamanya: Hyperliquid jauh lebih besar — sekitar 3721,5× kapitalisasi pasar Phoenix, dan suplai beredar Hyperliquid 253M / 953,3M HYPE (27%) dibanding 69,3M / 76M PHB (92%) milik Phoenix. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hyperliquid selama 35 Hari dan Phoenix selama 29 Hari.
| HYPE | PHB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp309,03T | Rp83,04M |
Volume (24h) | Rp8,03T | Rp232,44M |
Suplai yang Beredar | 253M / 953,3M HYPE (27%) | 69,3M / 76M PHB (92%) |
Typical Hold Time | 35 Hari | 29 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Hyperliquid adalah platform blockchain yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja aplikasi decentralized finance (DeFi). Di inti teknologinya terdapat blockchain Layer 1 kustom yang dibangun dari awal untuk mengoptimalkan skalabilitas dan kecepatan. Fitur utamanya adalah HyperBFT, mekanisme konsensus eksklusif yang menghadirkan finalitas transaksi secara cepat sekaligus menjaga standar keamanan yang kuat.
Selengkapnya di halaman HYPE →Phoenix adalah infrastruktur blockchain layer 1 dan layer 2 yang memberdayakan aplikasi Web3. Fokusnya adalah pada generasi berikutnya dari aplikasi Web3 yang didukung AI dan privasi. Phoenix (PHB) adalah mata uang kripto yang beroperasi di platform BNB Smart Chain (BEP20).
Selengkapnya di halaman PHB →