Perbedaan Hyperliquid dan Orca: Hyperliquid diperdagangkan di Rp1.231.749 (kapitalisasi pasar Rp309,03T, volume 24 jam Rp8,03T), sedangkan Orca diperdagangkan di Rp21.795 (kapitalisasi pasar Rp1,32T, volume 24 jam Rp352,49M). Perbedaan utamanya: Hyperliquid jauh lebih besar — sekitar 234,1× kapitalisasi pasar Orca, dan suplai Hyperliquid dibatasi (253M / 953,3M HYPE (27%)), sedangkan Orca terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hyperliquid selama 35 Hari dan Orca selama 30 Hari.
| HYPE | ORCA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp309,03T | Rp1,32T |
Volume (24h) | Rp8,03T | Rp352,49M |
Suplai yang Beredar | 253M / 953,3M HYPE (27%) | 60,8M ORCA |
Typical Hold Time | 35 Hari | 30 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Hyperliquid adalah platform blockchain yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja aplikasi decentralized finance (DeFi). Di inti teknologinya terdapat blockchain Layer 1 kustom yang dibangun dari awal untuk mengoptimalkan skalabilitas dan kecepatan. Fitur utamanya adalah HyperBFT, mekanisme konsensus eksklusif yang menghadirkan finalitas transaksi secara cepat sekaligus menjaga standar keamanan yang kuat.
Selengkapnya di halaman HYPE →Orca adalah DEX yang paling ramah pengguna di Solana dan salah satu AMM serbaguna pertama yang diluncurkan di sana. Pengguna bisa menukar aset, mendapatkan yield, dan memberikan likuiditas melalui interface yang mudah digunakan. Berbagai proyek menggunakan Orca sebagai "money-lego" untuk mengintegrasikan fitur swap, farming, atau data on-chain ke dalam dApp mereka.
Selengkapnya di halaman ORCA →