Perbedaan Hyperliquid dan Origin Protocol: Hyperliquid diperdagangkan di Rp1.225.493 (kapitalisasi pasar Rp309,03T, volume 24 jam Rp8,03T), sedangkan Origin Protocol diperdagangkan di Rp304,52 (kapitalisasi pasar Rp204,1M, volume 24 jam Rp138,81M). Perbedaan utamanya: Hyperliquid jauh lebih besar — sekitar 1514,1× kapitalisasi pasar Origin Protocol, dan suplai beredar Hyperliquid 253M / 953,3M HYPE (27%) dibanding 673,1M / 1,4B OGN (48%) milik Origin Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hyperliquid selama 35 Hari dan Origin Protocol selama 74 Hari.
| HYPE | OGN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp309,03T | Rp204,1M |
Volume (24h) | Rp8,03T | Rp138,81M |
Suplai yang Beredar | 253M / 953,3M HYPE (27%) | 673,1M / 1,4B OGN (48%) |
Typical Hold Time | 35 Hari | 74 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Hyperliquid adalah platform blockchain yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja aplikasi decentralized finance (DeFi). Di inti teknologinya terdapat blockchain Layer 1 kustom yang dibangun dari awal untuk mengoptimalkan skalabilitas dan kecepatan. Fitur utamanya adalah HyperBFT, mekanisme konsensus eksklusif yang menghadirkan finalitas transaksi secara cepat sekaligus menjaga standar keamanan yang kuat.
Selengkapnya di halaman HYPE →Origin Protocol (OGN) adalah jaringan yang memungkinkan partisipan pasar untuk berbagi barang dan jasa melalui jaringan peer-to-peer (P2P). Platform ini bertujuan untuk menciptakan pasar daring yang luas dengan memanfaatkan blockchain Ethereum (ETH) dan Interplanetary File System (IPFS) untuk menghilangkan kebutuhan akan perantara. Origin Protocol juga memiliki misi untuk membawa NFT dan DeFi ke massa.
Selengkapnya di halaman OGN →