Perbedaan Hyperliquid dan Merlin Chain: Hyperliquid diperdagangkan di Rp1.023.410 (kapitalisasi pasar Rp258,84T, volume 24 jam Rp4,93T), sedangkan Merlin Chain diperdagangkan di Rp317,3 (kapitalisasi pasar Rp429,68M, volume 24 jam Rp23,37M). Perbedaan utamanya: Hyperliquid jauh lebih besar — sekitar 602,4× kapitalisasi pasar Merlin Chain, dan suplai beredar Hyperliquid 252,6M / 952,7M HYPE (27%) dibanding 1,4B / 2,1B MERL (65%) milik Merlin Chain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hyperliquid selama 36 Hari dan Merlin Chain selama 10 Hari.
| HYPE | MERL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp258,84T | Rp429,68M |
Volume (24h) | Rp4,93T | Rp23,37M |
Suplai yang Beredar | 252,6M / 952,7M HYPE (27%) | 1,4B / 2,1B MERL (65%) |
Typical Hold Time | 36 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Hyperliquid adalah platform blockchain yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja aplikasi decentralized finance (DeFi). Di inti teknologinya terdapat blockchain Layer 1 kustom yang dibangun dari awal untuk mengoptimalkan skalabilitas dan kecepatan. Fitur utamanya adalah HyperBFT, mekanisme konsensus eksklusif yang menghadirkan finalitas transaksi secara cepat sekaligus menjaga standar keamanan yang kuat.
Selengkapnya di halaman HYPE →Merlin Chain adalah solusi Layer 2 untuk Bitcoin yang mengintegrasikan jaringan ZK-Rollup, jaringan oracle terdesentralisasi, dan fraud proofs. Tujuannya adalah meningkatkan aset, protokol, dan aplikasi Layer 1 Bitcoin, mendorong inovasi, dan memaksimalkan potensi aset di Layer 2. Token asli, MERL, digunakan untuk staking guna mendukung keamanan Merlin Chain.
Selengkapnya di halaman MERL →