Perbedaan Hyperliquid dan Layer3: Hyperliquid diperdagangkan di Rp1.020.270 (kapitalisasi pasar Rp257,99T, volume 24 jam Rp4,9T), sedangkan Layer3 diperdagangkan di Rp72,85 (kapitalisasi pasar Rp107,51M, volume 24 jam Rp13,61M). Perbedaan utamanya: Hyperliquid jauh lebih besar — sekitar 2399,7× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai beredar Hyperliquid 252,6M / 952,7M HYPE (27%) dibanding 1,5B / 3,3B L3 (45%) milik Layer3. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hyperliquid selama 36 Hari dan Layer3 selama 9 Hari.
| HYPE | L3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp257,99T | Rp107,51M |
Volume (24h) | Rp4,9T | Rp13,61M |
Suplai yang Beredar | 252,6M / 952,7M HYPE (27%) | 1,5B / 3,3B L3 (45%) |
Typical Hold Time | 36 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Hyperliquid adalah platform blockchain yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja aplikasi decentralized finance (DeFi). Di inti teknologinya terdapat blockchain Layer 1 kustom yang dibangun dari awal untuk mengoptimalkan skalabilitas dan kecepatan. Fitur utamanya adalah HyperBFT, mekanisme konsensus eksklusif yang menghadirkan finalitas transaksi secara cepat sekaligus menjaga standar keamanan yang kuat.
Selengkapnya di halaman HYPE →Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →