Perbedaan Huma Finance dan STBL: Huma Finance diperdagangkan di Rp355,02 (kapitalisasi pasar Rp1,15T, volume 24 jam Rp75,64M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp408,32 (kapitalisasi pasar Rp284,61M, volume 24 jam Rp21,76M). Perbedaan utamanya: Huma Finance jauh lebih besar — sekitar 4× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai beredar Huma Finance 3,3B / 10B HUMA (33%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Huma Finance selama 14 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| HUMA | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,15T | Rp284,61M |
Volume (24h) | Rp75,64M | Rp21,76M |
Suplai yang Beredar | 3,3B / 10B HUMA (33%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 14 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Huma Finance adalah jaringan PayFi pertama yang memungkinkan pembiayaan pembayaran global dengan likuiditas instan—kapan saja dan di mana saja. Huma memungkinkan institusi pembayaran di seluruh dunia untuk menyelesaikan transaksi secara real-time menggunakan stablecoin dan likuiditas on-chain. Teknologi ini mendukung berbagai kasus penggunaan PayFi seperti pembayaran lintas negara, kartu kredit, dan pembiayaan perdagangan, serta membuka peluang untuk solusi baru seperti pembiayaan DePIN.
Selengkapnya di halaman HUMA →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →