Perbedaan Holo dan 0x Protocol: Holo diperdagangkan di Rp6,47 (kapitalisasi pasar Rp1,14T, volume 24 jam Rp50,53M), sedangkan 0x Protocol diperdagangkan di Rp1.551 (kapitalisasi pasar Rp1,32T, volume 24 jam Rp80,7M). Perbedaan utamanya: 0x Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai 0x Protocol dibatasi (848,4M / 1B ZRX (85%)), sedangkan Holo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Holo selama 159 Hari dan 0x Protocol selama 135 Hari.
| HOT | ZRX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,14T | Rp1,32T |
Volume (24h) | Rp50,53M | Rp80,7M |
Suplai yang Beredar | 176,5B HOT | 848,4M / 1B ZRX (85%) |
Typical Hold Time | 159 Hari | 135 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Holo adalah platform terdistribusi peer-to-peer untuk menampung aplikasi terdesentralisasi yang dibangun menggunakan Holochain, kerangka kerja untuk mengembangkan DApps yang tidak memerlukan penggunaan teknologi blockchain. Holo dirancang sebagai jembatan antara Holochain, yang mewakili dunia teknologi kripto, dan pengguna sehari-hari. Proyek ini menyoroti beberapa inovasi yang dikatakannya akan "memungkinkan perubahan besar dalam lanskap aplikasi dan mata uang kripto," termasuk kemampuan untuk meng-host aplikasi P2P di internet untuk pengguna mainstream.
Selengkapnya di halaman HOT →0x adalah protokol infrastruktur yang memungkinkan pengguna untuk dengan mudah berdagang token ERC20 dan aset lainnya di blockchain Ethereum tanpa bergantung pada perantara terpusat seperti bursa cryptocurrency tradisional. Kasus penggunaan untuk protokol 0x mencakup: pasar bergaya eBay untuk barang dan layanan digital, trading desk OTC, fungsi pertukaran untuk protokol DeFi dan pertukaran desentralisasi biasa.
Selengkapnya di halaman ZRX →