Perbedaan Holo dan Yield Basis: Holo diperdagangkan di Rp6,43 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp90,87M), sedangkan Yield Basis diperdagangkan di Rp1.360 (kapitalisasi pasar Rp179,99M, volume 24 jam Rp77,91M). Perbedaan utamanya: Holo jauh lebih besar — sekitar 6,3× kapitalisasi pasar Yield Basis, dan suplai Yield Basis dibatasi (132,4M / 1B YB (14%)), sedangkan Holo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Holo selama 159 Hari dan Yield Basis selama 5 Hari.
| HOT | YB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,13T | Rp179,99M |
Volume (24h) | Rp90,87M | Rp77,91M |
Suplai yang Beredar | 176,5B HOT | 132,4M / 1B YB (14%) |
Typical Hold Time | 159 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Holo adalah platform terdistribusi peer-to-peer untuk menampung aplikasi terdesentralisasi yang dibangun menggunakan Holochain, kerangka kerja untuk mengembangkan DApps yang tidak memerlukan penggunaan teknologi blockchain. Holo dirancang sebagai jembatan antara Holochain, yang mewakili dunia teknologi kripto, dan pengguna sehari-hari. Proyek ini menyoroti beberapa inovasi yang dikatakannya akan "memungkinkan perubahan besar dalam lanskap aplikasi dan mata uang kripto," termasuk kemampuan untuk meng-host aplikasi P2P di internet untuk pengguna mainstream.
Selengkapnya di halaman HOT →YieldBasis adalah protokol DeFi yang dibangun di atas Curve Finance, memungkinkan pengguna memperoleh yield pada aset seperti Bitcoin dengan meminimalkan impermanent loss. Protokol ini menggunakan mekanisme leverage majemuk tetap 2× agar posisi LP mengikuti harga aset dasar secara 1:1. Token YB mendukung governance melalui model vote-escrowed (veYB) serta memungkinkan pemegangnya berbagi pendapatan protokol.
Selengkapnya di halaman YB →