Perbedaan Holo dan SuperVerse: Holo diperdagangkan di Rp6,38 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp94,56M), sedangkan SuperVerse diperdagangkan di Rp1.551 (kapitalisasi pasar Rp998,16M, volume 24 jam Rp62,08M). Perbedaan utamanya: Holo dan SuperVerse berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai SuperVerse dibatasi (640,2M / 1.000M SUPER (65%)), sedangkan Holo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Holo selama 159 Hari dan SuperVerse selama 27 Hari.
| HOT | SUPER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,13T | Rp998,16M |
Volume (24h) | Rp94,56M | Rp62,08M |
Suplai yang Beredar | 176,5B HOT | 640,2M / 1.000M SUPER (65%) |
Typical Hold Time | 159 Hari | 27 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Holo adalah platform terdistribusi peer-to-peer untuk menampung aplikasi terdesentralisasi yang dibangun menggunakan Holochain, kerangka kerja untuk mengembangkan DApps yang tidak memerlukan penggunaan teknologi blockchain. Holo dirancang sebagai jembatan antara Holochain, yang mewakili dunia teknologi kripto, dan pengguna sehari-hari. Proyek ini menyoroti beberapa inovasi yang dikatakannya akan "memungkinkan perubahan besar dalam lanskap aplikasi dan mata uang kripto," termasuk kemampuan untuk meng-host aplikasi P2P di internet untuk pengguna mainstream.
Selengkapnya di halaman HOT →SuperVerse adalah protokol keuangan terdesentralisasi cross-chain (DeFi) yang dibangun untuk memfasilitasi peluncuran non-fungible token (NFT) baru tanpa diperlukan pemrograman. Pasar dan seperangkat alat inovatif memungkinkan proyek apa pun untuk menerapkan farming dengan aturannya sendiri. Token SUPER memberi pengguna akses ke berbagai peluang di dunia kripto melalui SUPERVERSE, Partner Video Games, dan drop NFT yang sering terjadi.
Selengkapnya di halaman SUPER →