Perbedaan Holo dan Storj: Holo diperdagangkan di Rp5,72 (kapitalisasi pasar Rp1,01T, volume 24 jam Rp46,02M), sedangkan Storj diperdagangkan di Rp839,4 (kapitalisasi pasar Rp358,21M, volume 24 jam Rp323,97M). Perbedaan utamanya: Holo jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar Storj, dan suplai beredar Holo 176,9B HOT dibanding 425M STORJ milik Storj. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Holo selama 161 Hari dan Storj selama 70 Hari.
| HOT | STORJ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,01T | Rp358,21M |
Volume (24h) | Rp46,02M | Rp323,97M |
Suplai yang Beredar | 176,9B HOT | 425M STORJ |
Typical Hold Time | 161 Hari | 70 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Holo adalah platform terdistribusi peer-to-peer untuk menampung aplikasi terdesentralisasi yang dibangun menggunakan Holochain, kerangka kerja untuk mengembangkan DApps yang tidak memerlukan penggunaan teknologi blockchain. Holo dirancang sebagai jembatan antara Holochain, yang mewakili dunia teknologi kripto, dan pengguna sehari-hari. Proyek ini menyoroti beberapa inovasi yang dikatakannya akan "memungkinkan perubahan besar dalam lanskap aplikasi dan mata uang kripto," termasuk kemampuan untuk meng-host aplikasi P2P di internet untuk pengguna mainstream.
Selengkapnya di halaman HOT →STORJ, diucapkan sebagai "storage," adalah platform open-source penyimpanan cloud. Pada dasarnya, ia menggunakan jaringan node yang terdesentralisasi untuk menampung data pengguna. Platform ini juga mengamankan data yang ditampung menggunakan enkripsi tingkat lanjut.
Selengkapnya di halaman STORJ →