Perbedaan Holo dan Request: Holo diperdagangkan di Rp5,88 (kapitalisasi pasar Rp1,04T, volume 24 jam Rp43,35M), sedangkan Request diperdagangkan di Rp930,64 (kapitalisasi pasar Rp742,81M, volume 24 jam Rp15,74M). Perbedaan utamanya: Holo lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Holo 176,8B HOT dibanding 796,7M REQ milik Request. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Holo selama 161 Hari dan Request selama 38 Hari.
| HOT | REQ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,04T | Rp742,81M |
Volume (24h) | Rp43,35M | Rp15,74M |
Suplai yang Beredar | 176,8B HOT | 796,7M REQ |
Typical Hold Time | 161 Hari | 38 Hari |
Holo adalah platform terdistribusi peer-to-peer untuk menampung aplikasi terdesentralisasi yang dibangun menggunakan Holochain, kerangka kerja untuk mengembangkan DApps yang tidak memerlukan penggunaan teknologi blockchain. Holo dirancang sebagai jembatan antara Holochain, yang mewakili dunia teknologi kripto, dan pengguna sehari-hari. Proyek ini menyoroti beberapa inovasi yang dikatakannya akan "memungkinkan perubahan besar dalam lanskap aplikasi dan mata uang kripto," termasuk kemampuan untuk meng-host aplikasi P2P di internet untuk pengguna mainstream.
Selengkapnya di halaman HOT →Token Request (REQ), diluncurkan pada tahun 2017, memastikan kinerja dan stabilitas jaringan Rquest. Jaringan Request itu sendiri adalah sistem pembayaran terdesentralisasi berbasis Ethereum di mana dan siapa pun dapat meminta pembayaran dan menerima uang melalui cara yang aman.
Selengkapnya di halaman REQ →