Perbedaan Holo dan Osmosis: Holo diperdagangkan di Rp6,45 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp90,87M), sedangkan Osmosis diperdagangkan di Rp615,71 (kapitalisasi pasar Rp479,53M, volume 24 jam Rp44,61M). Perbedaan utamanya: Holo jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Osmosis, dan suplai Osmosis dibatasi (781M / 1B OSMO (79%)), sedangkan Holo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Holo selama 159 Hari dan Osmosis selama 21 Hari.
| HOT | OSMO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,13T | Rp479,53M |
Volume (24h) | Rp90,87M | Rp44,61M |
Suplai yang Beredar | 176,5B HOT | 781M / 1B OSMO (79%) |
Typical Hold Time | 159 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Holo adalah platform terdistribusi peer-to-peer untuk menampung aplikasi terdesentralisasi yang dibangun menggunakan Holochain, kerangka kerja untuk mengembangkan DApps yang tidak memerlukan penggunaan teknologi blockchain. Holo dirancang sebagai jembatan antara Holochain, yang mewakili dunia teknologi kripto, dan pengguna sehari-hari. Proyek ini menyoroti beberapa inovasi yang dikatakannya akan "memungkinkan perubahan besar dalam lanskap aplikasi dan mata uang kripto," termasuk kemampuan untuk meng-host aplikasi P2P di internet untuk pengguna mainstream.
Selengkapnya di halaman HOT →Osmosis, diluncurkan pada 2021, adalah blockchain yang dirancang untuk aplikasi DeFi dan pertukaran terdesentralisasi (DEX). Osmosis DEX merupakan platform utama di jaringannya, berperan sebagai DEX terkemuka dan pusat DeFi dalam ekosistem Cosmos dan lebih luas lagi.
Selengkapnya di halaman OSMO →