Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Harapan Duta Pertiwi Tbk. (HOPE) vs Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA)

Harapan Duta Pertiwi Tbk.Trading
Japfa Comfeed Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Harapan Duta Pertiwi Tbk. dan Japfa Comfeed Indonesia Tbk.: Harapan Duta Pertiwi Tbk. diperdagangkan di Rp165 (kapitalisasi pasar 342,99 M, volume 24 jam 19,43 jt), sedangkan Japfa Comfeed Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp2.030 (kapitalisasi pasar 23,69 T, volume 24 jam 13,03 jt). Perbedaan utamanya: Japfa Comfeed Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 69,1× kapitalisasi pasar Harapan Duta Pertiwi Tbk., dan Harapan Duta Pertiwi Tbk. lebih aktif diperdagangkan (19,43 jt vs 13,03 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

HOPEJPFA
Kapitalisasi Pasar
342,99 M23,69 T
Volume
19,43 jt13,03 jt
Lot
194,33 rb130,26 rb
Perputaran
3,15 M26,31 M
Harga Rata-rata
162,232.019,74
Nilai Transaksi
3,15 M26,31 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1652.030
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,02 rb8,34 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

HOPE
Lihat detail
JPFA
Lihat detail

Tentang Harapan Duta Pertiwi Tbk.

PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (the “Company”) was established based on Notarial Deed No.03 of Sylvia Irawati S.H., dated January 26, 2005, a Notary in Tangerang. The company started commercial operations in 2005

Selengkapnya di halaman HOPE

Tentang Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (the Company) was established within the framework of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 based on Notarial Deed No. 59 dated January 18, 1971 of Djojo Muljadi, S.H., public notary, as amended by Notarial Deed No. 60 dated Februari 15, 1972, of the same notary. Japfa is currently the second largest animal feed producer in Indonesia with an estimated market share of around 35% in the domestic poultry feed market. The company was originally involved in the production of copra extraction pellets

Selengkapnya di halaman JPFA