Perbedaan Wahed FTSE USA Shariah ETF dan Viatris Inc: Wahed FTSE USA Shariah ETF diperdagangkan di $71,3, sedangkan Viatris Inc diperdagangkan di $17,58 (kapitalisasi pasar $19,79B). Perbedaan utamanya: Viatris Inc membagikan dividen 2,83%, sedangkan Wahed FTSE USA Shariah ETF tidak. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.
| HLAL | VTRS | |
|---|---|---|
Sektor | Sector/Thematic | Health |
Tertinggi 52 Minggu | $73,60 | $17,39 |
Terendah 52 Minggu | $54,05 | $8,74 |
Kapitalisasi Pasar | — | $19,79B |
Nilai Perusahaan | — | $32,00B |
Imbal Hasil Dividen | — | 2,83% |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Belum ada sinyal Aura AI.
Viatris (VTRS) diperdagangkan di $17.59, naik 1.74% dalam 24 jam, mendekati target konsensus analis sebesar $20. Secara teknis, sinyal bullish didukung oleh moving averages, dengan support kunci di $17. Fundamental menunjukkan pendapatan stabil sekitar $14.3 miliar (2025), namun laba bersih negatif -$3.51 miliar, menghasilkan P/E tinggi 236.2. Berita positif termasuk hasil studi Fase 3 untuk VR-205 dan pengajuan NDA untuk terapi nyeri non-opioid, mendorong sentimen optimis.
Outlook: Potensi apresiasi harga menuju target $20 dengan momentum teknis kuat dan pipeline produk yang menjanjikan. Risiko utama termasuk margin laba bersih negatif (-24.58% pada 2025) dan utang jangka panjang $14.04 miliar yang membebani profitabilitas. Investor perlu memantau perbaikan margin dan progres pipeline untuk konfirmasi kelayakan investasi jangka panjang.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
HLAL adalah ETF yang berinvestasi pada perusahaan-perusahaan AS yang patuh syariah. ETF ini mengecualikan bisnis yang terlibat dalam aktivitas non-syariah seperti keuangan berbasis bunga, alkohol, dan judi.
Selengkapnya di halaman HLAL →Lahir dari penggabungan bisnis Mylan dan Upjohn di tahun 2020, Viatris adalah salah satu manufaktur obat generik terbesar di dunia, dengan portofolio obat off-patent yang cukup besar. Terhitung sekitar 1400 molekul dengan sebaran pasar di banyak negara maju dan beberapa negara berkembang. Beberapa di antaranya obat-obatan yang penjualannya tak pernah menurun, seperti Lipitor, Norvasc, Lyrica, Viagra, dan EpiPen.
Selengkapnya di halaman VTRS →