Perbedaan Hive dan Turtle: Hive diperdagangkan di Rp892,24 (kapitalisasi pasar Rp503,62M, volume 24 jam Rp27,4M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp610,48 (kapitalisasi pasar Rp94,3M, volume 24 jam Rp34,78M). Perbedaan utamanya: Hive jauh lebih besar — sekitar 5,3× kapitalisasi pasar Turtle, dan suplai Turtle dibatasi (154,7M / 1B TURTLE (16%)), sedangkan Hive terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hive selama 41 Hari dan Turtle selama 11 Hari.
| HIVE | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp503,62M | Rp94,3M |
Volume (24h) | Rp27,4M | Rp34,78M |
Suplai yang Beredar | 567M HIVE | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 41 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
HIVE adalah jaringan berbagi informasi terdesentralisasi dengan mendampingi keuangan berbasis blockchain yang dibangun di atas protokol Delegated Proof of Stake (DPoS). Hive dikembangkan untuk menyimpan konten dalam jumlah besar dan membuatnya tersedia untuk monetisasi dalam berbagai waktu. Contoh penggunaan termasuk media sosial dengan imbalan uang untuk produsen konten, permainan interaktif, manajemen identitas, sistem polling, dan pinjaman mikro.
Selengkapnya di halaman HIVE →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →