Perbedaan Hashflow dan LayerZero: Hashflow diperdagangkan di Rp145,15 (kapitalisasi pasar Rp337,99M, volume 24 jam Rp1,67T), sedangkan LayerZero diperdagangkan di Rp14.324 (kapitalisasi pasar Rp5,18T, volume 24 jam Rp311,06M). Perbedaan utamanya: LayerZero jauh lebih besar — sekitar 15,3× kapitalisasi pasar Hashflow, dan suplai LayerZero dibatasi (364M / 1B ZRO (37%)), sedangkan Hashflow terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hashflow selama 35 Hari dan LayerZero selama 13 Hari.
| HFT | ZRO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp337,99M | Rp5,18T |
Volume (24h) | Rp1,67T | Rp311,06M |
Suplai yang Beredar | 873,1M HFT | 364M / 1B ZRO (37%) |
Typical Hold Time | 35 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Hashflow adalah decentralized exchange (DEX) multichain yang memungkinkan pengguna untuk trading aset digital di blockchain terkemuka termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, BNB Chain, Optimism, dan Polygon hanya dalam hitungan detik. Hashflow memanfaatkan model request for quote (RFQ) untuk memberikan jaminan penawaran harga langsung dari professional market maker (PMM) kepada para trader. Sejak diluncurkan pada April 2021, Hashflow telah memfasilitasi total volume trading lebih dari $18 miliar, menjadikannya 10 DEX teratas.
Selengkapnya di halaman HFT →LayerZero adalah protokol interoperabilitas blockchain yang menghubungkan berbagai blockchain untuk mendukung pengembangan aplikasi dan token omnichain. LayerZero menggunakan endpoint on-chain yang tidak dapat diubah dan Security Stack, memastikan pesan yang aman dan bebas sensor di berbagai jaringan blockchain.
Selengkapnya di halaman ZRO →