Perbedaan Hashflow dan Plasma: Hashflow diperdagangkan di Rp162,53 (kapitalisasi pasar Rp137,07M, volume 24 jam Rp37,63M), sedangkan Plasma diperdagangkan di Rp1.656 (kapitalisasi pasar Rp4,29T, volume 24 jam Rp1,12T). Perbedaan utamanya: Plasma jauh lebih besar — sekitar 31,3× kapitalisasi pasar Hashflow, dan suplai beredar Hashflow 849M HFT dibanding 2,6B XPL milik Plasma. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hashflow selama 35 Hari dan Plasma selama 25 Hari.
| HFT | XPL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp137,07M | Rp4,29T |
Volume (24h) | Rp37,63M | Rp1,12T |
Suplai yang Beredar | 849M HFT | 2,6B XPL |
Typical Hold Time | 35 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Hashflow adalah decentralized exchange (DEX) multichain yang memungkinkan pengguna untuk trading aset digital di blockchain terkemuka termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, BNB Chain, Optimism, dan Polygon hanya dalam hitungan detik. Hashflow memanfaatkan model request for quote (RFQ) untuk memberikan jaminan penawaran harga langsung dari professional market maker (PMM) kepada para trader. Sejak diluncurkan pada April 2021, Hashflow telah memfasilitasi total volume trading lebih dari $18 miliar, menjadikannya 10 DEX teratas.
Selengkapnya di halaman HFT →Plasma is a Layer 1 blockchain designed to power the global stablecoin economy. Built for fast, zero-fee USDT payments and customizable gas tokens, it enables borderless, permissionless access to financial services. With its global payments network and integrated products, Plasma is establishing itself as the native chain for stablecoin transactions.
Selengkapnya di halaman XPL →