Perbedaan Hashflow dan Tether USDT: Hashflow diperdagangkan di Rp145,01 (kapitalisasi pasar Rp337,99M, volume 24 jam Rp1,67T), sedangkan Tether USDT diperdagangkan di Rp17.838 (kapitalisasi pasar Rp3.269,44T, volume 24 jam Rp706,78T). Perbedaan utamanya: Tether USDT jauh lebih besar — sekitar 9673,2× kapitalisasi pasar Hashflow, dan suplai beredar Hashflow 873,1M HFT dibanding 183,2B USDT milik Tether USDT. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hashflow selama 35 Hari dan Tether USDT selama 84 Hari.
| HFT | USDT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp337,99M | Rp3.269,44T |
Volume (24h) | Rp1,67T | Rp706,78T |
Suplai yang Beredar | 873,1M HFT | 183,2B USDT |
Typical Hold Time | 35 Hari | 84 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Hashflow adalah decentralized exchange (DEX) multichain yang memungkinkan pengguna untuk trading aset digital di blockchain terkemuka termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, BNB Chain, Optimism, dan Polygon hanya dalam hitungan detik. Hashflow memanfaatkan model request for quote (RFQ) untuk memberikan jaminan penawaran harga langsung dari professional market maker (PMM) kepada para trader. Sejak diluncurkan pada April 2021, Hashflow telah memfasilitasi total volume trading lebih dari $18 miliar, menjadikannya 10 DEX teratas.
Selengkapnya di halaman HFT →USDT adalah stablecoin yang mencerminkan harga dolar AS yang diluncurkan oleh Tether. USDT dibangun pada blockchain Bitcoin dan kemudian diperbarui untuk bisa bekerja pada blockchain Ethereum, EOS, Tron, Algorand, dan OMG. Nilai USDT dijamin oleh Tether untuk tetap diukur dengan dolar AS.
Selengkapnya di halaman USDT →