Perbedaan Hashflow dan Theta Fuel: Hashflow diperdagangkan di Rp145,57 (kapitalisasi pasar Rp337,99M, volume 24 jam Rp1,67T), sedangkan Theta Fuel diperdagangkan di Rp128,93 (kapitalisasi pasar Rp956,75M, volume 24 jam Rp7,52M). Perbedaan utamanya: Theta Fuel jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar Hashflow, dan suplai beredar Hashflow 873,1M HFT dibanding 7,4B TFUEL milik Theta Fuel. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hashflow selama 35 Hari dan Theta Fuel selama 47 Hari.
| HFT | TFUEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp337,99M | Rp956,75M |
Volume (24h) | Rp1,67T | Rp7,52M |
Suplai yang Beredar | 873,1M HFT | 7,4B TFUEL |
Typical Hold Time | 35 Hari | 47 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Hashflow adalah decentralized exchange (DEX) multichain yang memungkinkan pengguna untuk trading aset digital di blockchain terkemuka termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, BNB Chain, Optimism, dan Polygon hanya dalam hitungan detik. Hashflow memanfaatkan model request for quote (RFQ) untuk memberikan jaminan penawaran harga langsung dari professional market maker (PMM) kepada para trader. Sejak diluncurkan pada April 2021, Hashflow telah memfasilitasi total volume trading lebih dari $18 miliar, menjadikannya 10 DEX teratas.
Selengkapnya di halaman HFT →Theta Fuel (TFUEL) adalah salah satu dari dua token asli di blockchain Theta. TFUEL adalah token kedua di blockchain Theta yang berfungsi sebagai token utilitas dalam pengiriman video dan data terdesentralisasi, juga merupakan token gas. Ini digunakan untuk menggerakkan semua operasi di blockchain Theta, seperti pembayaran ke relai untuk berbagi aliran video, untuk menyebarkan dan berinteraksi dengan kontrak pintar, dan sebagai biaya yang terkait dengan transaksi NTF dan aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TFUEL →