Perbedaan Hashflow dan Starknet: Hashflow diperdagangkan di Rp162,53 (kapitalisasi pasar Rp138,4M, volume 24 jam Rp37,98M), sedangkan Starknet diperdagangkan di Rp524,34 (kapitalisasi pasar Rp3,45T, volume 24 jam Rp434,25M). Perbedaan utamanya: Starknet jauh lebih besar — sekitar 24,9× kapitalisasi pasar Hashflow, dan suplai beredar Hashflow 849M HFT dibanding 6,6B STRK milik Starknet. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hashflow selama 35 Hari dan Starknet selama 73 Hari.
| HFT | STRK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp138,4M | Rp3,45T |
Volume (24h) | Rp37,98M | Rp434,25M |
Suplai yang Beredar | 849M HFT | 6,6B STRK |
Typical Hold Time | 35 Hari | 73 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Hashflow adalah decentralized exchange (DEX) multichain yang memungkinkan pengguna untuk trading aset digital di blockchain terkemuka termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, BNB Chain, Optimism, dan Polygon hanya dalam hitungan detik. Hashflow memanfaatkan model request for quote (RFQ) untuk memberikan jaminan penawaran harga langsung dari professional market maker (PMM) kepada para trader. Sejak diluncurkan pada April 2021, Hashflow telah memfasilitasi total volume trading lebih dari $18 miliar, menjadikannya 10 DEX teratas.
Selengkapnya di halaman HFT →StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →