Perbedaan Hashflow dan MyShell: Hashflow diperdagangkan di Rp152,34 (kapitalisasi pasar Rp337,99M, volume 24 jam Rp1,67T), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp353,63 (kapitalisasi pasar Rp145,78M, volume 24 jam Rp81,13M). Perbedaan utamanya: Hashflow jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai MyShell dibatasi (409,1M / 1B SHELL (41%)), sedangkan Hashflow terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hashflow selama 35 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| HFT | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp337,99M | Rp145,78M |
Volume (24h) | Rp1,67T | Rp81,13M |
Suplai yang Beredar | 873,1M HFT | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 35 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Hashflow adalah decentralized exchange (DEX) multichain yang memungkinkan pengguna untuk trading aset digital di blockchain terkemuka termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, BNB Chain, Optimism, dan Polygon hanya dalam hitungan detik. Hashflow memanfaatkan model request for quote (RFQ) untuk memberikan jaminan penawaran harga langsung dari professional market maker (PMM) kepada para trader. Sejak diluncurkan pada April 2021, Hashflow telah memfasilitasi total volume trading lebih dari $18 miliar, menjadikannya 10 DEX teratas.
Selengkapnya di halaman HFT →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →