Perbedaan Hashflow dan Siacoin: Hashflow diperdagangkan di Rp162,53 (kapitalisasi pasar Rp138,4M, volume 24 jam Rp37,98M), sedangkan Siacoin diperdagangkan di Rp11,07 (kapitalisasi pasar Rp622,83M, volume 24 jam Rp75,22M). Perbedaan utamanya: Siacoin jauh lebih besar — sekitar 4,5× kapitalisasi pasar Hashflow, dan suplai beredar Hashflow 849M HFT dibanding 56B SC milik Siacoin. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hashflow selama 35 Hari dan Siacoin selama 58 Hari.
| HFT | SC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp138,4M | Rp622,83M |
Volume (24h) | Rp37,98M | Rp75,22M |
Suplai yang Beredar | 849M HFT | 56B SC |
Typical Hold Time | 35 Hari | 58 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Hashflow adalah decentralized exchange (DEX) multichain yang memungkinkan pengguna untuk trading aset digital di blockchain terkemuka termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, BNB Chain, Optimism, dan Polygon hanya dalam hitungan detik. Hashflow memanfaatkan model request for quote (RFQ) untuk memberikan jaminan penawaran harga langsung dari professional market maker (PMM) kepada para trader. Sejak diluncurkan pada April 2021, Hashflow telah memfasilitasi total volume trading lebih dari $18 miliar, menjadikannya 10 DEX teratas.
Selengkapnya di halaman HFT →Siacoin (SC) adalah token utilitas asli Sia, sebuah platform penyimpanan cloud terdistribusi dan terdesentralisasi berbasis blockchain. Sia bertindak sebagai pasar yang aman untuk penyimpanan cloud di mana pengguna dapat menyewa akses ke ruang penyimpanan mereka yang tidak terpakai. Tujuan utama proyek ini adalah untuk menjadi "tulang punggung lapisan penyimpanan internet."
Selengkapnya di halaman SC →