Perbedaan Hashflow dan Osmosis: Hashflow diperdagangkan di Rp162,55 (kapitalisasi pasar Rp137,07M, volume 24 jam Rp37,63M), sedangkan Osmosis diperdagangkan di Rp613,97 (kapitalisasi pasar Rp479,53M, volume 24 jam Rp44,61M). Perbedaan utamanya: Osmosis jauh lebih besar — sekitar 3,5× kapitalisasi pasar Hashflow, dan suplai Osmosis dibatasi (781M / 1B OSMO (79%)), sedangkan Hashflow terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hashflow selama 35 Hari dan Osmosis selama 21 Hari.
| HFT | OSMO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp137,07M | Rp479,53M |
Volume (24h) | Rp37,63M | Rp44,61M |
Suplai yang Beredar | 849M HFT | 781M / 1B OSMO (79%) |
Typical Hold Time | 35 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Hashflow adalah decentralized exchange (DEX) multichain yang memungkinkan pengguna untuk trading aset digital di blockchain terkemuka termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, BNB Chain, Optimism, dan Polygon hanya dalam hitungan detik. Hashflow memanfaatkan model request for quote (RFQ) untuk memberikan jaminan penawaran harga langsung dari professional market maker (PMM) kepada para trader. Sejak diluncurkan pada April 2021, Hashflow telah memfasilitasi total volume trading lebih dari $18 miliar, menjadikannya 10 DEX teratas.
Selengkapnya di halaman HFT →Osmosis, diluncurkan pada 2021, adalah blockchain yang dirancang untuk aplikasi DeFi dan pertukaran terdesentralisasi (DEX). Osmosis DEX merupakan platform utama di jaringannya, berperan sebagai DEX terkemuka dan pusat DeFi dalam ekosistem Cosmos dan lebih luas lagi.
Selengkapnya di halaman OSMO →