Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Hashflow (HFT) vs Lombard Staked BTC (LBTC)

Lombard Staked BTCTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Hashflow dan Lombard Staked BTC: Hashflow diperdagangkan di Rp144,8 (kapitalisasi pasar Rp337,99M, volume 24 jam Rp1,67T), sedangkan Lombard Staked BTC diperdagangkan di Rp1.147.625.058 (kapitalisasi pasar Rp13,43T, volume 24 jam Rp11,7M). Perbedaan utamanya: Lombard Staked BTC jauh lebih besar — sekitar 39,7× kapitalisasi pasar Hashflow, dan suplai beredar Hashflow 873,1M HFT dibanding 11,8K LBTC milik Lombard Staked BTC. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hashflow selama 35 Hari dan Lombard Staked BTC selama 13 Hari.

HFTLBTC
Kap. Pasar
Rp337,99MRp13,43T
Volume (24h)
Rp1,67TRp11,7M
Suplai yang Beredar
873,1M HFT11,8K LBTC
Typical Hold Time
35 Hari13 Hari

Ringkasan Aura AI

Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial

Hashflow

Hashflow (HFT) saat ini diperdagangkan pada Rp152,82 dengan kapitalisasi pasar Rp337,99 juta, menunjukkan sinyal teknis bearish jangka pendek namun dengan osilator netral. Token berada di zona support S1 (Rp143) dengan tekanan jual dominan pada moving averages. Tidak ada update protokol signifikan yang tercatat dalam beberapa pekan terakhir berdasarkan data CoinGecko per 2024.

Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang rebound dari support S1 perlu diwaspadai dengan resistance kuat di Rp164, sementara risiko likuiditas terbatas dan sentimen pasar crypto yang bergejolak memerlukan kehati-hatian ekstra bagi trader.

Lombard Staked BTC

LBTC (Lombard Staked BTC) menunjukkan posisi pasar yang menarik dengan market cap Rp13,43 triliun berdasarkan supply 11.800 token. Hold time rata-rata 13 hari mengindikasikan pola holding jangka pendek. Tidak ada data harga terkini yang tersedia untuk analisis tren teknis mendalam, namun token ini beroperasi dalam ekosistem staking Bitcoin dengan fokus pada utilitas DeFi.

Outlook: Potensi pertumbuhan melalui adopsi staking Bitcoin, namun risiko tinggi karena volatilitas crypto dan ketergantungan pada ekosistem Bitcoin. Investor perlu memantau perkembangan protokol dan likuiditas exchange secara ketat mengingat data trading terbatas yang tersedia.

Tentang Hashflow

Hashflow adalah decentralized exchange (DEX) multichain yang memungkinkan pengguna untuk trading aset digital di blockchain terkemuka termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, BNB Chain, Optimism, dan Polygon hanya dalam hitungan detik. Hashflow memanfaatkan model request for quote (RFQ) untuk memberikan jaminan penawaran harga langsung dari professional market maker (PMM) kepada para trader. Sejak diluncurkan pada April 2021, Hashflow telah memfasilitasi total volume trading lebih dari $18 miliar, menjadikannya 10 DEX teratas.

Selengkapnya di halaman HFT

Tentang Lombard Staked BTC

LBTC adalah aset Bitcoin likuid dari Lombard yang menghubungkan Bitcoin dengan ekosistem DeFi. Didukung 1:1 oleh BTC, LBTC memungkinkan pemegangnya memperoleh yield dari staking Babylon sekaligus menggunakan Bitcoin untuk aktivitas DeFi seperti trading, lending, borrowing, dan yield farming melalui desain yang secara native bersifat lintas chain.

Selengkapnya di halaman LBTC