Perbedaan Hashflow dan Kaia: Hashflow diperdagangkan di Rp160,03 (kapitalisasi pasar Rp134,71M, volume 24 jam Rp37,42M), sedangkan Kaia diperdagangkan di Rp609,59 (kapitalisasi pasar Rp3,87T, volume 24 jam Rp87,54M). Perbedaan utamanya: Kaia jauh lebih besar — sekitar 28,7× kapitalisasi pasar Hashflow, dan suplai beredar Hashflow 849M HFT dibanding 6,4B KAIA milik Kaia. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hashflow selama 35 Hari dan Kaia selama 29 Hari.
| HFT | KAIA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp134,71M | Rp3,87T |
Volume (24h) | Rp37,42M | Rp87,54M |
Suplai yang Beredar | 849M HFT | 6,4B KAIA |
Typical Hold Time | 35 Hari | 29 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Hashflow adalah decentralized exchange (DEX) multichain yang memungkinkan pengguna untuk trading aset digital di blockchain terkemuka termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, BNB Chain, Optimism, dan Polygon hanya dalam hitungan detik. Hashflow memanfaatkan model request for quote (RFQ) untuk memberikan jaminan penawaran harga langsung dari professional market maker (PMM) kepada para trader. Sejak diluncurkan pada April 2021, Hashflow telah memfasilitasi total volume trading lebih dari $18 miliar, menjadikannya 10 DEX teratas.
Selengkapnya di halaman HFT →Kaia adalah blockchain publik berperforma tinggi yang membawa Web3 lebih dekat ke jutaan pengguna di seluruh Asia. Terbentuk dari penggabungan blockchain Klaytn dan Finschia, yang awalnya dikembangkan oleh Kakao dan LINE, Kaia kini menjadi ekosistem Web3 terbesar di Asia. Platform ini terintegrasi dengan mulus dalam aplikasi pesan KakaoTalk dan LINE, yang memiliki lebih dari 250 juta pengguna gabungan. Pengguna dapat merasakan pengalaman Web3 dengan kecepatan dan kemudahan seperti Web2, semuanya langsung dari aplikasi super favorit mereka. Kaia membuka peluang bagi pengguna untuk terhubung, berkarya, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam ekosistem yang berkembang.
Selengkapnya di halaman KAIA →