Perbedaan Hemi dan Tellor: Hemi diperdagangkan di Rp81,82 (kapitalisasi pasar Rp79,44M, volume 24 jam Rp176,69M), sedangkan Tellor diperdagangkan di Rp269.825 (kapitalisasi pasar Rp750,08M, volume 24 jam Rp120,27M). Perbedaan utamanya: Tellor jauh lebih besar — sekitar 9,4× kapitalisasi pasar Hemi, dan suplai beredar Hemi 977,5M HEMI dibanding 2,8M TRB milik Tellor. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hemi selama 26 Hari dan Tellor selama 34 Hari.
| HEMI | TRB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp79,44M | Rp750,08M |
Volume (24h) | Rp176,69M | Rp120,27M |
Suplai yang Beredar | 977,5M HEMI | 2,8M TRB |
Typical Hold Time | 26 Hari | 34 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Hemi is a modular Layer-2 blockchain that bridges Bitcoin’s unmatched security with Ethereum’s programmability to create a unified ecosystem for DeFi and cross-chain interoperability. Built as a Bitcoin-Ethereum Supernetwork, Hemi integrates a Bitcoin node directly into its Ethereum-compatible hVM, allowing seamless access to Bitcoin’s state data. Through its innovative Proof-of-Proof consensus, Hemi inherits Bitcoin’s decentralized security while achieving transaction finality in about 90 minutes—bringing scalable, secure, and interoperable DeFi to both networks.
Selengkapnya di halaman HEMI →Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi yang memperbarui data off-chain, membuatnya tersedia untuk kontrak smart contract on-chain. Oracle Tellor menyediakan data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan on-chain tanpa izin, dengan para pelapor data yang bersaing untuk insentif TRB. Para pelapor data membawa informasi berharga on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TRB →