Perbedaan Hemi dan MyShell: Hemi diperdagangkan di Rp85,01 (kapitalisasi pasar Rp83,14M, volume 24 jam Rp62,55M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp350,1 (kapitalisasi pasar Rp142,88M, volume 24 jam Rp80,2M). Perbedaan utamanya: MyShell lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai MyShell dibatasi (409,1M / 1B SHELL (41%)), sedangkan Hemi terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hemi selama 28 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| HEMI | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp83,14M | Rp142,88M |
Volume (24h) | Rp62,55M | Rp80,2M |
Suplai yang Beredar | 977,5M HEMI | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 28 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Hemi is a modular Layer-2 blockchain that bridges Bitcoin’s unmatched security with Ethereum’s programmability to create a unified ecosystem for DeFi and cross-chain interoperability. Built as a Bitcoin-Ethereum Supernetwork, Hemi integrates a Bitcoin node directly into its Ethereum-compatible hVM, allowing seamless access to Bitcoin’s state data. Through its innovative Proof-of-Proof consensus, Hemi inherits Bitcoin’s decentralized security while achieving transaction finality in about 90 minutes—bringing scalable, secure, and interoperable DeFi to both networks.
Selengkapnya di halaman HEMI →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →