Perbedaan Hemi dan Neon EVM: Hemi diperdagangkan di Rp85,01 (kapitalisasi pasar Rp82,96M, volume 24 jam Rp56,33M), sedangkan Neon EVM diperdagangkan di Rp248,43 (kapitalisasi pasar Rp60,01M, volume 24 jam Rp2,07M). Perbedaan utamanya: Hemi lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Neon EVM dibatasi (239,5M / 1B NEON (24%)), sedangkan Hemi terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Hemi selama 28 Hari dan Neon EVM selama 19 Hari.
| HEMI | NEON | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp82,96M | Rp60,01M |
Volume (24h) | Rp56,33M | Rp2,07M |
Suplai yang Beredar | 977,5M HEMI | 239,5M / 1B NEON (24%) |
Typical Hold Time | 28 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Hemi is a modular Layer-2 blockchain that bridges Bitcoin’s unmatched security with Ethereum’s programmability to create a unified ecosystem for DeFi and cross-chain interoperability. Built as a Bitcoin-Ethereum Supernetwork, Hemi integrates a Bitcoin node directly into its Ethereum-compatible hVM, allowing seamless access to Bitcoin’s state data. Through its innovative Proof-of-Proof consensus, Hemi inherits Bitcoin’s decentralized security while achieving transaction finality in about 90 minutes—bringing scalable, secure, and interoperable DeFi to both networks.
Selengkapnya di halaman HEMI →Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →